Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Waspada bagi SPBU 'Curang' Sanksi Pidana serta Denda Bakal Diterima

Rabu, 26 Juli 2023 | Juli 26, 2023 WIB Last Updated 2023-07-26T16:55:06Z

Penyaluran BBM di luar ketentuan, SPBU bakal kena sanksi pidana dan denda, foto ( Ist )


Waspada ada sanksi tegas bagi pemilik SPBU yang sengaja melakukan kegiatan penyaluran bbm bersubsidi di luar ketentuan, hingga menyebabkan terjadinya kelangkaan bbm di wilayah itu.


Seperti adanya unsur kesengajaan yang dilakukan pihak SPBU memprioritaskan para pelangsir hingga terjadi antrean panjang, atau modus lain menimbun bbm kemudian disalurkan ke pihak lain dan akhirnya terjadi kelangkaan bbm.


Tentunya cara 'nakal' ini dilarang keras pemerintah terlebih pihak pertamina sebab berdampak besar terhadap masyarakat setempat.


Lantas, apa saja sanksi yang bakal diterima jika terbukti melakukan kecurangan, berikut ulasan singkatnya.


Namun sebelum kita membahas sanksi tegas yang diberikan kepada penyelenggara spbu 'nakal' pentingnya peran pemerintah daerah mengatasi persoalan ini, misalnya dengan melakukan pemantauan secara langsung disetiap spbu yang ada, demi meminimalisir terjadinya kelangkaan bbm. Serta dibutuhkan peran serta masyarakat mengawal, mengawasi dan juga melaporkan ke pihak penegak hukum terdekat apabila terjadi adanya indikasi kecurangan.


Sanksi bagi spbu atau oknum yang diduga lakukan kecurangan:


Setiap spbu yang disinyalir melakukan kecurangan ini sanksi yang akan diberlakukan:


• Pidana penjara selama 6 tahun serta dikenai denda paling tinggi rp,60 miliar, ketentuan ini berdasarkan UU nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.

• Pemberhentian penyaluran bbm selama 30 hari, parahnya lagi bakal bisa dilakukan pemutusan hubungan kerja.


Dengan sanksi ini, pihak pertamina berharap oknum-oknum yang sengaja melakukan tindakan atau kegiatan penyaluran menyalahi aturan bisa jerah dan sadar bahwa tindakan tersebut melanggar UU serta merugikan masyarakat.


Di bawah ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang sering terjadi dan dilakukan secara langsung oleh oknum karyawan spbu diatas batas-batas toleransi +/- 0,5 persen atau 100 mililiter dalam takaran ukur 20 liter, jika melebihi kapasitas ukur tersebut, pertamina bisa melakukan penyegelan. Disini juga perlu adanya pengawasan masyarakat.


Keluhan Masyarakat akibat Kelangkaan BBM


Menurut salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Bailo Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-una menjelaskan bahwa di salah satu spbu sering terjadi kelangkaan bbm bahkan hampir setiap waktu.


Warga yang ingin dirahasiakan namanya itu menduga bahwa penyebab kelangkaan bbm karena disinyalir "dikuasai" oleh oknum tertentu, untuk itu ia berharap kepada pemerintah daerah agar kiranya melakukan penertiban penyaluran bbm tepat sasaran.


Dikatakanya rabu, 26/7 sebagai warga Kelurahan Bailo dirinya mendukung secara penuh penertiban serta penegakan hukum dari pemerintah dan juga pihak kepolisian setempat.


Pihak kepolisian diharapkan merespon cepat informasi ini, demi kenyamanan masyarakat terutama dalam hal distribusi BBM yang disinyalir tidak merata. Pungkasnya (**)

×
Berita Terbaru Update